Kamis, Desember 06, 2007

Angels Never Sleep



...sebelum fajar mengintip di ujung jendela, ada sebuah PR yang harus terselesaikan, untuk sebuah masa...

Satu senja merapat malam, menjelang pagi.
Aku sendiri di tepi jendela menanti senyuman datang. Sia sia. Hingga dini tak juga didapati senyum manisnya. Aku menghitung detik. Sudah terlalu pagi. Hanya sebuah ponsel mungil di hadapan.
Ah, bolehkah aku menyapanya?!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar