Kamis, Januari 24, 2008

BERSETUBUH DENGAN BINTANG


aku lukis namamu di langit
satu bintang di langit kelam
setelah lukisan itu jadi
aku ajak dia bersetubuh
hingga datang pagi

Jumat, Januari 18, 2008

Terbang bersama dandelion

Na,na,nana ... semalam memetik bintang dan kutitipkan. Na,na,nana ... pagi ini bintangku menyapa dengan riangnya. Na,na,nana ... kusampaikan rinduku. Dia sampaikan rindunya. Bercumbu kata di pagi hari. Na,na,nana ... nanti siang kami akan memetik bunga dandelion. Dia disana. Aku memetik bungaku disini. Lalu kami tiupkan bersama. Dia disana. Aku meniup tangkai bungaku disini.
Bunga rindu kami terbang bersama dandelion ... Na,na,nana ...

Kamis, Januari 17, 2008

SANG PENGHIBUR versi D

Aku bukan penggemar lagu rock (tapi juga nggak suka yang menye menye). Lagu jazz dan groovy sukaaa banget. Tapi ada satu lagu yang beberapa hari ini bikin ketagihan. Semangat aja denger lagunya ... ini niy, lagunya PADI ...

SANG PENGHIBUR
by PADI

setiap perkataan yang menjatuhkan
tak lagi kudengar dengan sungguh
juga tutur kata yang mencela
tak lagi kucerna dalam jiwa

aku bukanlah seorang yang mengerti
tentang kelihaian membaca hati
kuhanya pemimpi kecil yang berangan
tuk merubah nasibnya

oh, bukankah kupernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya, yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

kugerakkan langkah kaki
dimana cinta akan bertumpu
kulayangkan jauh mata memandang
tuk melanjutkan mimpi yang terputus

masih kucoba mengejar rinduku
meski peluh membasahi tanah
lelah penat tak menghalangiku
menemukan bahagia

oh, bukankah kubisa melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya

bukankah hidup ada perhentian
tak harus kencang terus berlari
kuhelakan nafas panjang
tuk siap berlari kembali
melangkahkan kaki menuju cahaya


Secara, aku lagi ngumpulin lagu lagu yang berhubungan sama BINTANG. Ga tau kenapa tiba-tiba lagu ini SANGAT ISTIMEWA, hehehe ...
(thanks Ka, referensi lagunya keren ...)

Rabu, Januari 16, 2008

UNTUK MARA, DAVID, LIA, SIMEN, TEDDY, ALDO [children of heaven]


Sudah lama tidak menengok anak-anak kecilku. Terlalu sibuk dengan rutinitas nyari duit (sebagian untuk mereka juga siy) baru kemarin aku sempat nengok mereka lagi. Tak banyak perubahan dari gedung hijau yang asri ini, dengan suara keriuhan khas anak-anak, teriakan karena saling pukul, tangisan anak kecil karena jauh dari sentuhan kasih orangtua yang melahirkan mereka, suara deep earthy voice para bunda yang menenangkan, dan sesekali memarahi mereka yang nakal. I miss them lots. Tapi ternyata banyak yang berubah dari para penghuninya. Bunda yang dulu akrab dengan kami, sedang mengambil master di lain pulau demi kesejahteraan mereka juga. Suster Sita, yang menerima kami dengan sukacita. Dengan tatapan heran Suster Sita atas keakrabanku dengan rumah hijau yang rindang ini. Yah, kami sering kemari, dulu. Kira-kira dua tahun yang lalu (udah lama banget,sebenernya belum terlalu juga siy, tapi anak anak kecil itu begitu cepat bertumbuh, Simen, terutama)
Beberapa anak yang kukenal menghampiri dan memeluk dan mencium punggung tanganku dengan hormat. They're so sweet and touch my heart.
Cerita mengalir. David yang bertumbuh makin matured. Kedewasaannya yang melebihi anak lain. Simen yang destruktif. Mara yang sudah kembali ke perempuan yang melahirkannya. Lia yang semakin cantik. Teddy dan Aldo yang entah dimana kabarnya ... Anak-anak baru yang memikatku. Raja yang cakep banget, raja segala raja, termasuk raja ganteng, raja nakal, raja manja, raja nggigit, raja ngerayu, hahaha, I really love this kid from the first time I saw him. Yessa yang penuh percaya diri (cara dia menyambutku LUAR BIASA). Bintang yang saingannya Raja di bidang kenakalan dan kerusakan hahaha. Siapa lagi? Aaah, mereka begitu memesona ...
Aku ingat celetukan David, "Raja dan Bintang satu kelompok sama aku, kami sudah pinter nyuci, ngepel, dan bersih-bersih, tapi aku tetap yang juara di kelas".
Lalu, berita itu kudengar. Berita yang seperti pisau perlahan menyobek tepi hatiku. Mengiris-iris. Sampai lukanya tak pernah kering. Tuhan, mengapa KAU biarkan ini terjadi pada anak-anakMu? Anak anak kecilku, yang kucintai ... DAn korbannya adalah ... DAVID!!! Davidku, ... Davidku. Anak cerdas yang selalu juara di kelasnya. Yang cakep dengan rambut gundul maupun spikeynye. Davidku. Dan dia ... hanya ... diam?! David tidak mengerti yang sedang terjadi dengan dirinya. Dia hanya seorang anak kecil yang patuh. Yang menjadi korban kekerasan. Kekerasan domestik yang mungkin akan terus terekam dalam memori kenangan masa kecilnya. Semoga tidak berefek untuk masa depannya. Oh Tuhan, aku tak percaya ...
Semoga kejadian itu yang pertama dan terakhir kalinya. Semoga Tuhan tak lagi mengijinkan itu terjadi pada David David yang lain. God Bless. My kids. My Children. Children of Heaven ...

JANGKUNG = SUKSES

Hari ini aku pindah unit kerja. Lumayan, coz kemarin kerjaan udah terasa mulai jenuh, sekarang jadi semangat kerja lagi. Kebetulan ada rekan yang mutasi ke luar Jawa (miss you, sob!!!) Selain aku, ada karyawan baru lagi dari cabang lain. Kupikir, wah asyik niy unit kerja yang baru ini semua masih segar (baca: usia produktif, 25-32th lah, no more old-minded syndrome hahaha) dan, gosipnya, rekan baruku ini orangnya super duper smart dan cerdas. Lumayan baca CVnya, kariernya emang goodrecord (padahal dia satu angkatan sama aku masuknya)
Ternyata, uhm ... lumayan ada kecewa juga.
Coz, ternyata orangnya tuh dieeeeem banget. Senyum selalu ada diwajahnya (yang lucu itu) tapi selama jam kerja aku di duduk di depan dia tuh, kalau aku yang enggak duluan ngajak ngomong, dia enggak ngomong. Cape nggak siy? Dia nanya mana yang dia perlu tanya, secara, aku juga anak baru di unit kerja ini, jadi kita sama sama blank, kalau senior kita lagi nggak ditempat. Mustinya, kita bisa sharing cerita yang lain lah. Gossip pintar. Ngomongin berita -misal, kesehatan Pak Harto (ih,apa siy?!) tapi dia dieeeeem aja sambil terus baca, atau ngetik apa gitu.
Trus, aku tanya. "Mas, nggak capek ya?"
"Enggak." Maksudnya, enggak capek kerja.
"Uhm, maksudku, enggak capek gitu diem?"
Dia diam. Senyum (senyum itu lagi!!!). Nggak marah. Nggak ketawa. Bingung aku.
Trus, berhubung anaknya tuh tuuiiingggi banget (jangkung, kalau orang jawa bilang), ta becandain lagi.
"Mas, nggak singunen yach?"
Singunen, dalam bahasa jawa, kalau kita berada di tempat tinggi biasanya kaki kita lemas kalau liat ke bawah, getu deh. Nah, aku tanya apa dia ngerasa gitu waktu lihat ke ujung jempolnya, secara, badan tingginya, mungkin sekitar 185an lah. Hehehe,usil yach. Tapi dia tetap diem loh. Nggak marah. Nggak ketawa. Bingung aku.
Barusan, aku baca sebuah survey di majalan CHIC begini kira kira artikelnya.
MENURUT RISET YANG DILAKUKAN PENULIS DAN JURNALIS MALCOLM GLADWELL SEPERTI DIKUTIP ASKMEN.COM BAHWA LAKI-LAKI DENGAN TINGGI BADAN SEKITAR 6KAKI ATAU 183CM MEMILIKI KECERDASAN DI ATAS RATA RATA.
Kayanya emang bener deh surveynya ...

Senin, Januari 07, 2008

Inspiring Little Star

Well, aku tidak mungkin melupakan My Lil'Star, karenanya, cerita kecilku diterima. Uhm, in my humbleness, rasanya nggak terlalu istimewa siy, wondering comes, naskahku yang emang bagus, atau nggak ada naskah laen ... hehehe ... whatteva, cant wait to see on february.

Wish upon a star beneath the city of light.
Thank you Ka, sms reply darimu bikin tambah semangat. One step closer, ah?! You always turn the keys on me in a right track. You rock, Dear!!!

Whatta Day !!!


Nananana ... na na na na ... nananana ...
o happy day, o happy day


Hari ini indah ... walau langit mendung, dan angin sepoi, tapi cuaca adem ayem ... dering telepon nada getar, ups nomor jakarta ?! sebuah kabar menyenangkan pagi ini. LUAR BIASA !!!Sebuah langkah kecil bisa menjadi langkah besar di esok hari.

Nananana ... na na na na ... nananana ...
o happy day, o happy day


Terima kasih Tuhan. Siapa bilang kita tak bisa bersyukur meski dalam keadaan berkekurangan. Rejeki dariNYA tak pernah reda. Sentuhan kasihNYA selalu menyejukkan jiwa. Thank you My Mighty Lord. Jadi pengen jadi pribadi yang semakin baik dari hari ke hari.
(read:ingat punya banyak dosa, recently, my mighty sins, omg - forgive me Lord)
Aku takut kehilangan rejeki dan syukur, jadi aku tuntaskan semua mulai hari ini.
Nikmati hari berganti. Syukuri mentari pagi. Katakan aku cinta padanya, bilang sayangku tetap untuknya, berbagi senyum dan genggaman tangan, tapi kesempurnaan hanya milik Tuhan.
Right?!

Once more I say, thank you Lord, thank you Lord, i love you Lord ...

Kamis, Januari 03, 2008

What is SOULMATE ?!!


Pernahkah kamu merasa, memiliki belahan jiwa, entah di seberang samudera?
Saat kamu bertemu dengannya, walau pada pertemuan pertama, kamu merasa sudah sangat mengenalnya. Kamu dan dia memiliki banyak persamaan sifat, kesukaan, hal hal yang dibenci, hal hal yang menakutkan, hal hal yang menyenangkan. Sama suka senja. Sama suka bintang. Sama suka pelupa. Sama suka cari cari dimana kunci. Ahha!!!
Kamu dan dia memiliki banyak mimpi yang sama. Kamu dan dia memiliki kenangan masa lalu yang serupa.
Seseorang itu, serasa begitu dekat di hati, yang dimanapun dia berada saat disekeliling kita, seperti memiliki magnet yang menarik kuat perhatian kita.
Lalu kamu dan dia menyadari bahwa saat sekarang ini tidak saling memiliki. Kamu memiliki duniamu. Dia memiliki dunianya. Dunia yang begitu bertentangan. Dunia yang membuatmu tak bisa memilikinya, dan dia tak bisa memilikimu. Yang kamu lakukan hanyalah sebisa mungkin menipu waktu untuk menyentuhnya. Sekedar menggenggam tangannya di sela sela dia melintasmu. Sebisa mungkin melempar senyum dan tatapan mata dan menyadari bahwa, kita pernah saling memiliki ...
Teman, mungkinkah kita pernah hidup di satu dimensi yang lalu sebagai sepasang pecinta?!? Seperti mimpi kita mencium embun pagi hari hingga menghitung bintang di malamnya? Bercinta dari mentari terbit sampai terbenamnya. Menatap senja yang tunduk malu malu berganti selimut kelam.

Me, Myself, and I


Siang. Mendung. Langit bersih, walau tidak cerah. Tidak ada BINTANG?! Ada. Hanya tak terlihat. Hari yang tenang dan menghanyutkan.
Tiba tiba sebuah pesan menghentak. WWAAAAKKKSSS !!! Pesan terulang. Sejarah kembali berputar. Sebuah pesan yang menyakitkan. Tapi tak lagi terlalu mengejutkan dan aku sudah terlalu terbiasa dengan rasa yang menyakitkan. Hahaha. Hanya tawa yang nggak penting di ujung bibir.
Uff, masih adakah makhluk mars di bumi ini yang memiliki standar kualitas di atas rata rata? Bolehlah wajah tampan senyum menawan dengan deep earthy voice-nya, tapi kembali ke kualitas ... aaah, two tumbs down. Hahaha.

Well, enjoy ur life, everyone !!!
(menulis archieve sambil nikmati makan siang)

Menghitung Bintang # 2


Berada di tepi keraguan
Tebing bayangmu sesekali luruh jua
Berkali diri ini terpaksa jatuh
Pada jurangnya bimbang dan asa yang tercecer
Sempat bertanya

Menghitung bintang satu satu
Sesukar meraba lelikuan sifatmu
Senyum atau merahkah kau tawarkan?
Bagi jiwa dahaga asmara

(... sepenggal lirik KLa)

Rabu, Januari 02, 2008

Menghitung Bintang # 1


Kau tidak tahu apa yang terjadi sampai kau melakukannya.
Bahkan setelah kau mengalaminya, kau tetap tidak tahu apa yang akan terjadi kemudian.

Tubuhku terurai menjadi serpih serpih jintan yang melebur dalam angin senja.
Tangkai rapuhnya terkoyak perlahan sementara kau hangat berdekapan dalam alunan irama.
Andaikan ku mampu menjadi pengisi celah yang ada.
Tapi ku hanya tersisa dalam serpih yang telah terburai hilang oleh badai senja.
Dan tangkai rampingnya menjadi kunci hati yang hanya bergoyang mengikuti irama sang angin.
Aku tersentak. Hatiku berontak. Tubuhku tak bergerak. Hanya rapuh tergeletak.
Tiba tiba saja rasa itu ada mengisi celah kesepianku senja ini.
Ruang kosong yang mestinya hampa.
Andai kau di sini, Sayang.
Mungkin ini tubuhku, yang lebur dalam desahnya.
Tapi tidak cintaku.
Hanya kau yang memiliki senyum fajar mentari jam delapan pagi.
Yang mengganti senjaku dengan cerahnya hari baru.
Inikah hidup?
Mestinya banyak pilihan. Oh ya, memang banyak pilihan.
Dan kau bebas memilih.
Hanya saja kadang tak tersadar terjebak pada pilihan yang sepertinya bukan pilihan.
Inikah hidup yang harus ku jalani?
Mengapa pesan terus terulang?
Tak pernahkan kau belajar dari alunan luka?
Ataukah, karena LUKA pula aku menjadi demikian PERKASA?
Terlalu banyak pertanyaan yang tak memiliki jawaban ...
Aku dan sebatang ego.
Terlalu tinggi sayap jiwaku membawa labuhan ini terbang dan dibiarkannya melayang layang.
Kakiku berpijak pada alang alang yang helainya demikian rapuh sekalipun untuk menentang angin.
Ya !!!
Angin yang membawa pergi kabar tentangmu.

Bintang Senja ?!?

Mari kita buat prasasti untuk mengingat kita pernah mengukir cinta dengan memetik bintang dan menempelnya di langit senja.

Tripledays sebelum penghujung tahun 2007.
Jogja Senja.