Senin, Juni 30, 2008

UNTUK MBAK UNET


Aku nggak percaya berita itu. Yuni Shara cerai. Perih. Sedih. Lalu, satu kata pasrah : akhirnya ... Bukan, bukan aku menantikan kabar itu. Mungkinkah karena agama, kurasa bukan. Atau masalah harta, uff kok rasanya naif sekali. Lalu apa? Yuni Shara terlalu rapat menyimpan duka dalam senyumnya yang cantik. Aku menyesali keputusan ini. Baik dari Bang Hendri maupun Mbak Yuni. Apapun itu, perpisahan dengan orang yang kita cintai pastilah menyakitkan. For them who love this people. Cello dan Cavin. Sahabat-sahabatnya. Even aku, yang hanya satu hari mengenalnya. Aku bukan sahabatnya. Mungkin dia sudah lupa siapa aku. Aku satu dari sekian banyak perempuan yang menemaninya belanja di setiap perhentiannya di kota-kota tempat dia bekerja.
Hari itu, Tuhan mencipta satu hari untuk aku dan Mbak Yuni shoping di sepanjang Pandanaran. Setelah cukup belanja yang terburu itu, selama perjalanan ke Bandara, Mbak Yuni sedikit kasih input ke aku tentang KELUARGA. Itu setelah kami membahas buku 35 Cangkir Kopi. Betapa yang sedikit itu terasa banyak buatku. Dari sedikit itu aku nyata benar ketegaran Mbak Yuni. Segala benturan hidup yang dialaminya. Mungkin telah meretakkan cangkirnya. Mungkin sudah tak lagi bisa direkatkan. Terlalu keras benturannya. Tapi dia masih bertahan disana sebagai sebuah lemari antik untuk menyimpan cangkir-cangkir kecilnya. Cavin dan Cello.
Yuni Shara, perempuan kecil yang luar biasa.

Sabtu, Juni 28, 2008

whatta a lonely birthday


apa arti hari ulang tahun? bertambah umur atau berkurang?
hari ulang tahun. satu hari menambah angka usia mengurangi hari hidup. bersyukur. atas 10.950 hari hidupku. bersyukur atas berkat yang luar biasa. keluarga yang mencintai. sahabat sahabat berani mati. pekerjaan yang menghidupi. rejeki yang mencukupi. dan, kekasih yang menyayangi. hidupku luar biasa.
jadi, untuk apa mengeluh?
sekalipun hari ini aku merayakannya sendiri. dengan sepi. jauh dari keluarga. tapi bukan berarti tanpa cinta.
ucapan di sms yang memenuhi kotak inbox. telepon dengan suara ceria menyatakan cinta. hidupku luar biasa. walau tanpa hadirmu di sini, cinta ...

malam tadi, seperempat jam sebelum tanggal dua delapan, kalong kalong kecil itu menculikku dan memaksaku make a wish ... oh no, too many wishes hahaha ...
yeach, aku 'terpaksa' menyebut satu ... aku inginkan hadirnya marvel / gracie ... whatta world !!! (sekalipun dengan hadirnya mereka aku harus memegang satu komitmen baru, sekalipun aku harus kehilangan cinta kekasihku, yups. every choice has its consequenses. and well, eventhough i have to lose you, baby!!!)
Selamat ulang tahun, Dee. Tuhan Yesus mencintaimu. Dia beri hidup yang luar biasa.
Thanks to My Lovely Hubby dengan telepon jam dua belasnya. Thanks to 'Malikha' you are truly my 1st bday greeter. Thanks to kalong kalong kecil : Ajun, Indah, Hanum, Melly dan satu malam gila ... pesta teh tubruk, Dears !!!
... i ... love ... you ... all ... !!!

Jumat, Juni 27, 2008

MALIKHA

Cinta itu ibarat seperti anak panah
Setelah ia terlepas, ia akan menancap di mana saja
Tidak tanganmu atau tanganku yang mampu mematahkannya
Dia akan tetap di sana, dan waktu tak akan membuatnya berkarat

Kadang cinta tak sepaham dengan logika
Memilih waktu dan orang yang tepat untuk jatuh cinta
Kata orang cinta itu tidak mempunyai mata
Tetapi semua orang mempunyai mata

Bersama dirimu aku akan mengalami rasa bahagia
Walaupun pasti akan lebih banyak rasa pahitnya

Memang cinta tak bermata
Hebatnya cinta bisa butakan siapa saja
Cinta memang tak peduli rasa
Semuanya bisa jatuh cinta


@valley of city of lights,
malikha, jangan pergi ...

Selasa, Juni 24, 2008

Senin, Juni 23, 2008

DUA HARI SEPERTI SELAMANYA


Pernah merasa waktu begitu cepat berlalu? Seperti misalnya, lagi dikejar deadline. Uff, rasanya waktu berlari dan kita terlalu sulit mengimbangi karena tali sepatu kita terikat. Hahaha, maksudnya??? Ngacau – biasa.
Sebaliknya, kadang terasa waktu jalan lambbbaaaat banget. Seperti misalnya, kita lagi ada dating dengan someone special. Duh, waktu nunggu jam kencan luamma banget.
Ini juga yang kurasakan saat ini. Hanya dua hari dan itu terasa selamanya.
Kita pernah terpisah lama dengan orang yang kita cintai.
Dia, sekitar 3 bulan. WOOWWW!!! Fantastis ... waktu selama itu ...
Aku, ‘hanya’ 3 minggu. Dan itu perih banget. Entah kenapa ya, sesuatu yang kita tunggu, kita arepin terasa lambat sekali untuk kita raih. Itulah perjuangan. Itulah kesabaran. Dan perjuangan dan kesabaran itu ada buahnya. Nikmat.
Well, aku menunggu nikmat setelah dua hari ini.
Apa jadinya? Entah jadi mengada, atau justru tiada. Rasanya perih. Sesak. Miris. Dan aku tahu, pertanyaan berikutnya adalah : KENAPA atau MENGAPA atau WHY.
Sama ... saja ... !!!
Sayang, kita harus relakan. Kita menyadari dimana hati ini berada. Untukmu. Untukku. Untuk kita. Ini begitu indah. Terlalu indah untuk dijadikan tiada ... We have learned how to love. Now we have to learn how to let it go.i.love.you.

Jumat, Juni 20, 2008

MALAIKAT TANPA SAYAP


Malaikat itu ada.
Saat mereka tidak memiliki sayap.
Aku menyebut mereka : SAHABAT.


Untuk : Raka, Mimi, Mochie, Arie, Lussy, Nining, Tanti, Agus, Felix, Mbak Sari, Mas Bimo, Mbak Hasin, Mas Joni, Ajani, Hesti, Dewi, Bu Mus, Ayu, Indah, Ajun, Hanum, Melly, Hilda, Yulia, Asti, Ayu, Lala, Bagas Krishna, Mas Budi, Galuh, Deppy, David, Aan, Surya, Dwi, uhm and more my close friends ... and my recent angel, Ardie.

Kamis, Juni 19, 2008

TERNYATA MALAIKAT ITU TIDAK ADA

Tadinya, aku percaya malaikat itu ada. Dalam bentuk manusia tinggi besar. Berlengan kekar yang mampu merengkuh dan menenangkan. Berkulit hitam. Memakai jubah hitam dengan jumper. Memiliki senyum damai.
Tadinya, aku pikir HERO adalah malaikat yang dikirim Tuhan.
Untuk melepaskan aku dari tekanan-tekanan yang sedang kualami saat ini.
Ternyata BUKAN. Aku terlalu berlebihan.
Malam tadi, kami membuat janji. It’s not such kinda date. Kami tidak berkencan. Kami akan membahas kemungkinan-kemungkinan peluangku bisa mengisi kekosongan di divisi dia.
Dia menjemputku tepat jam setengah delapan. Aku belum siap. Terlalu asyik dengan batang pahit (ahha!!! Indah si kalong kecil itu telah meracuniku hahaha) ...
Akhirnya, aku bisa melihat wajahnya hehehe ... dipikir lucu juga. Selalu, pertanyaan yang mengikuti kemudian adalah : Apa yang aku cari??? – Jelas, aku mau melihat peluang. Hey, aku tidak pergi dengannya untuk sebuah kencan, rite ??? Sekalipun ada perasaan not comfort karena dia laki-laki, aku perempuan. Aku tidak ingin ada eros. Tidak terjadi denganku. Aku percaya 100% dengan hatiku. Aku tidak akan tergoda. Tapi entah dengannya? Aku tidak ingin. Sungguh tidak ingin. Apa yang dia cari? Mengapa dia begitu baik dan mau memberi kesempatan ini untukku? Aku harap, sungguh-sungguh karena dia membutuhkan orang baru di divisinya. Tapi kan kita baru ketemu. Ahh, mungkin dia memang sedang membutuhkan seseorang. Dan Tuhan telah melemparkan kulit pisang itu kan?!
Dalam hidupku, terlalu banyak pria yang tendensius. See what I mean? Terlalu banyak orang punya intrik. Sulit sekali mencari orang yang tulus. I thank God I have one, my hubby. Well, kembali ke ‘kencan’ kami. Kami makan di resto di ujung bukit yang tenang dan indah. Kami bicara tentang peluang-peluangku. Tentang apa yang musti kupersiapkan. Tentang apa saja yang bisa membuatku jatuh atau diterima. Dia cukup banyak membantu. Selain tentang itu, dia bicara tentang kehidupannya. Well, unik. Dia banyak cerita tentang masa kecilnya yang rasanya bisa aku jadikan novel (at least, bisa melengkapi referensi SERPIH).
Malamnya, aku pulang dengan perasaan tidak menentu. Ada sesuatu yang terasa tidak pas di hati. Bukan karena peluang yang begitu menantang dan menarik. Tapi, uhm aku nggak bisa bilang itu apa, aku tahu betul apa yang membuatku untuk bilang tidak, jadi kupikir mimpi bekerja di lembaga dunia ini aku kubur saja. Aku takut menghadapi kenyataan berulang. Orang-orang yang membantu tidak dengan ketulusan hati. Ada pamrih yang tak mampu kuberi. Maafkan. Maafkan, Hiro. Maafkan mimpi. Aku harus melepasnya pergi ... Satu yang kusadari, ternyata dia bukan malaikat yang dikirim Tuhan.
Dia hanya seseorang yang mengingatkanku kembali bahwa dunia itu masih ada ... Dan aku lelah terjebak disana. Aku harus merelakan mimpi ini pergi. Dan aku ingin mencipta mimpi-mimpi yang lain.

For Hiro,
Terima kasih untuk makan malam yang indah. Tapi aku harus bilang tidak. Maaf membunuh mimpimu. Aku juga terpaksa membunuh mimpiku untuk tidak mewujudkan mimpimu ...

Senin, Juni 16, 2008

the day i am in love


i am heavenly in love
ini hari kita, sayang !!!

I MET MY ANGEL

Percaya malaikat itu ada ?
Aku percaya.
Amerika adalah salah satu negara yang pintar meramal. Ramalan-ramalan itu dijabarkan dalam film-film produksi Hollywood. Film tentang alien. Film tentang kloning. Film tentang ramalan dunia, virus-virus aneh, ciptaan-ciptaan aneh. Bahkan, film JUNIOR pun sekarang sudah nyata. Di Amerika ada laki-laki yang BENAR-BENAR hamil, sekalipun dulu dia seorang perempuan yang transgender jadi pria. Gila ya !!! Juga, film tentang malaikat. Salah satu film tentang malaikat yang aku suka adalah City Of Angels (Nicholas Cage & Meg Ryan). Digambarkan, malaikat-malaikat ada dimana-mana. Berpakaian jubah hitam dan berwajah damai. Sosok malaikat yang tertanam diingatanku adalah berbadan tinggi besar, berkulit hitam (Seal???), berpakaian hitam dan berjumper, memiliki lengan kekar untuk merengkuh, tidak terlalu tampan, tetapi memiliki senyum yang teduh dan damai.
Suatu malam, hari minggu tanggal 15, i met my angel. Beberapa minggu ini hidupku agak kacau. Tekanan bertubi-tubi. Kondisi hati yang sedih tak berujung. Di saat aku lelah dengan hidupku. Di saat aku ingin berhenti berusaha. Di saat aku tiba di ujung pengharapan. Hariku diubah-Nya. Sesaat sebelum bertemu dengan malaikat itu, aku diberinya cinta baru (i told u in my recent archieve). Aku sedikit diberinya senyum di awal perubahan hidupku.
Malam itu, aku sengaja mengambil tiket malam untuk kembali ke City of Lights. Siapa yang tahu malam itu aku dapat teman perjalanan seorang pria (info dari mbak tiket siy sebelahku perempuan yang ternyata tidak jadi datang). Satu yang aku inginkan begitu mendapat tempat duduk adalah meletakkan tas libby dan tidur nyenyak sampai dua jam ke depan. Aku sudah siap memejamkan mata ketika suara berat itu menyapa.
”Kerja di luar kota ya, Mbak?”
Aku menoleh, and you know what ... I met my angel ... Pria itu (aku tahu dia pria dari deep earthy voice nya) berbadan besar, tinggi, berkulit gelap (dari kulit tangannya) memakai jumper dan … memiliki senyum meneduhkan !!! Aku tidak bisa melihat wajahnya di kegelapan bis dan karena sebagian wajahnya tertutup jumper, tapi sebuah sinar menyorot pada senyumnya.
O – M – G !!! Oh, my God …
I see an angel !!!
(Ups, sebenarnya hanya imajinasiku konyolku saja – hahaha seperti kata Malikha aku terlalu berlebihan, tapi malam itu, begitulah yang kurasa.)
And then, aku menjawab seadanya. Iya, and bla bla bla, aku menjawab seadanya setiap pertanyaan yang dia ajukan. Aku hanya ingin tidur. Malaikatku bercerita banyak hal tentang hidupnya yang hanya aku dengar setengah-setengah karena kantukku. Dia pernah tinggal di Singapore, di India, di China, di Paris, dimana dimana dimana ...
Kerja apa siy makhluk satu ini ???
Aku nggak ngerti ...
Kalimat yang mengusikku adalah, ketika dia bercerita tentang bagian hidup yang seperti yang sedang kualami. Kerja mapan di sebuah perusahaan settled dengan gaji yang lumayan. Lalu dia memutuskan untuk keluar karena dia merasa tidak banyak melakukan hal baik untuk orang lain. Uhm, well??? Persis dengan yang aku rasakan saat ini rite?!
Kerja udah satu dasa warsa (haha!!!) dan mengambil keputusan dengan segala konsekuensinya untuk move ke City of Lights ini, above all, kami memiliki impian yang pengin kami raih di sini. For a better life. For a better future. Tapi, ternyata aku tak bisa melakukan hal apapun kecuali memenuhi kebutuhan kantor, and well tanpa reward yang setimpal. Uhm, maksudku nggak worthed antara take and give.
Idealku, bekerja adalah melakukan sesuatu yang hasilnya untuk orang yang kita cintai. Untuk Tuhan, untuk keluarga, dan untuk orang yang membutuhkan. Share loves to the world. Tapi di sini, selain untuk diriku sendiri, tak ada untuk yang lain. Tidak untuk keluarga. Apalagi untuk orang lain. Dan keadaan ini sudah tidak asyik lagi. Aku sudah mulai banyak mengeluh. Hey, I used to be a tough person. Kesulitan adalah awal kita naik kelas. One step higher. Tapi keadaan saat ini benar-benar tidak membuatku maju. Mungkinkah ini ujung pengharapan??? Entahlah ...
I have nothing till he comes to my life (malikha!!! – he’s my angel too in different way, malikha sounds the same as malaikat. Rite !!!)
Dia, orang hitam ini, mulai bicara tentang diriku yang terepresentasi dirinya. Bekerja delapan tahun di lembaga pemerintahan, settled, good salary, tapi dia merasa tidak melakukan apapun untuk siapapun kecuali untuk dirinya sendiri. Not for his family. Not for his God, only for the corporation. Well, akhirnya dia meninggalkan pekerjaannya dan terlibat di organisasi yang saat ini digelutinya.
And, he offered me an applicant.
Katanya, ada lowongan pekerjaan persis untuk bidangku. Bla bla bla. Bli bli bli. Aku mulai menyimak. Satu dunia yang belum pernah aku kenal sebelumnya. Mengasyikkan. Temptating. Challenging. Well, dan salarynya ... WOOOWWWW !!! Standar segitu untuk City of Lights ??? No, katanya, ini standar dunia. Kamu digaji dolar, Sayang. Uhm, well ... aku silau, hehehe ... no, no, bukan karena gajinya (eh, jujur itu juga ding!!! hihihi) bukan semata itu. Tapi aku overview. Bekerja. Better salary. Do something to others. Berbagi kasih. Berbagi cinta. Well, sepertinya ini menarik.
And, above all ... aku heran, Tuhan sedang melempar kulit pisang dan langkahku tergelincir dan jatuh tepat di hadapannya.
“Boleh aku tahu nama kamu?”
Aku menyebut namaku.
“HERO,” dia menyebut namanya.
See. Tuhan sedang mengirimkan malaikat untukku dengan nama HERO.
Sampai aku berpisah darinya, aku belum mengenali wajahnya, kecuali senyumnya yang damai.

Minggu, Juni 15, 2008

CINTA MALIKHA

Pernah tahu kapan cinta datang? Hari ini? Besok? Dua hari lagi? Pada saat kita siap? Pada saat kita dalam kondisi prima? Tidak. Kamu tidak pernah tahu kapan cinta datang. Cinta adalah kejutan dari Tuhan.
Cinta datang untuk membuat kita bahagia.
Beberapa bulan terakhir keadaanku sungguh menyedihkan  aku bilang menyedihkan karena aku tidak bahagia. Sesulit apapun hidup, bila aku menjalaninya dengan sukacita, maka tidak ada lagi yang menjadi sulit.
Hari-hariku penuh dengan tekanan. Tidak adanya penghargaan. Tiap hari yang kuterima adalah kata-kata yang menyudutkan. Cuci otak yang mengatakan aku tak mampu. Tuhan, Engkau sedang menyiapkan aku menjadi apa? Aku sudah bertahan sejauh ini. Bila memang masih kurang panjang lagi sabarku, aku mau. Tapi kuatkan aku. Aku sudah terlalu lelah. Jatuh. Bangun lagi. Jatuh lagi. Bangun dua kali lebih tegar. I tried hard. Dan masih juga belum ada perbaikan. Doa-doa menjadi kekuatanku. Doa dari orang-orang yang mencintaiku (thanks all my fam who love me with unconditional love) dan aku masih berdiri di sini.
Sekalipun malam ini, aku ingin pulang untuk menyatakan kelelahanku. Aku ingin mendeklarasikan penyerahan diriku. Yeach, i give up. Mau dikata apa? Aku sudah lelah. Sangat lelah. Apa siy yang aku cari disini. Kami punya mimpi. Tapi sesaat setelah aku tiba di sini, aku mulai menyambung bridge satu bata demi satu bata, sepertinya kok aku sendiri yang punya mimpi ini. Aku tetap bertahan. Mimpiku cukup kuat dan aku berusaha keras mewujudkannya. Lalu, tekanan itu datang bertubi. Aku butuh kekuatan lain. Kekuatan cinta. Lalu satu persatu harapan untuk aku kembali semakin gencar. Aku bimbang. Aku ingin mewujudkan mimpiku. Tapi aku juga ingin membahagiakan mereka. Bagaimana bila mimpiku bertentangan dengan mimpi mereka? Haruskah aku egois berpegang pada impianku??? Lalu mereka kecewa. Mereka tidak bahagia. Well, apakah lebih baik di sini aku tidak bahagia dan melepas impianku???
Malam ini. Hari ini aku meluncur ke kota asri nan dingin dengan segenggam harapan yang hampir redup. Aku pulang dengan segenap kerinduan. Hey, sudah berapa minggu aku tak pulang???
Hari ini, empat belas juni, Tuhan mengirimkan untukku CINTA.
Bolehkah aku menyebutnya CINTA? Itu yang kurasa. He brings my life back. Dia membuatku bahagia. Dia mengembalikan semangat hidupku. Dia membuatku tertawa. Dia membuatku sadar bahwa harapan itu masih ada. Dia menguatkanku. Dia ada dan membuatku sadar bahwa cinta itu dinikmati bersama.
Dia membuatku kembali mengucap syukur setiap saat aku membuka mata di pagi hari. Tidak ada lagi keluhan : Tuhan, kok sudah pagi lagi. Cercaan apa lagi yang akan kuterima? Hinaan apa lagi yang kudengar hari ini? Beri aku kekuatan untuk bertahan karena aku tahu Engkau sedang mempersiapkan sesuatu untukku.
Uhm, dia membuatku kembali bersyukur dengan kalimat yang sama tiap aku bangun di pagi hari : Terima kasih Tuhan untuk hari baru. Aku siap menggenapi rencanaMu. Temani aku, cercaan dan hinaan tidak ada artinya selama Engkau bersamaku. Terima kasih atas cinta yang Kau beri.
Aku mencatat namanya : Malikha.