Minggu, Juni 15, 2008

CINTA MALIKHA

Pernah tahu kapan cinta datang? Hari ini? Besok? Dua hari lagi? Pada saat kita siap? Pada saat kita dalam kondisi prima? Tidak. Kamu tidak pernah tahu kapan cinta datang. Cinta adalah kejutan dari Tuhan.
Cinta datang untuk membuat kita bahagia.
Beberapa bulan terakhir keadaanku sungguh menyedihkan  aku bilang menyedihkan karena aku tidak bahagia. Sesulit apapun hidup, bila aku menjalaninya dengan sukacita, maka tidak ada lagi yang menjadi sulit.
Hari-hariku penuh dengan tekanan. Tidak adanya penghargaan. Tiap hari yang kuterima adalah kata-kata yang menyudutkan. Cuci otak yang mengatakan aku tak mampu. Tuhan, Engkau sedang menyiapkan aku menjadi apa? Aku sudah bertahan sejauh ini. Bila memang masih kurang panjang lagi sabarku, aku mau. Tapi kuatkan aku. Aku sudah terlalu lelah. Jatuh. Bangun lagi. Jatuh lagi. Bangun dua kali lebih tegar. I tried hard. Dan masih juga belum ada perbaikan. Doa-doa menjadi kekuatanku. Doa dari orang-orang yang mencintaiku (thanks all my fam who love me with unconditional love) dan aku masih berdiri di sini.
Sekalipun malam ini, aku ingin pulang untuk menyatakan kelelahanku. Aku ingin mendeklarasikan penyerahan diriku. Yeach, i give up. Mau dikata apa? Aku sudah lelah. Sangat lelah. Apa siy yang aku cari disini. Kami punya mimpi. Tapi sesaat setelah aku tiba di sini, aku mulai menyambung bridge satu bata demi satu bata, sepertinya kok aku sendiri yang punya mimpi ini. Aku tetap bertahan. Mimpiku cukup kuat dan aku berusaha keras mewujudkannya. Lalu, tekanan itu datang bertubi. Aku butuh kekuatan lain. Kekuatan cinta. Lalu satu persatu harapan untuk aku kembali semakin gencar. Aku bimbang. Aku ingin mewujudkan mimpiku. Tapi aku juga ingin membahagiakan mereka. Bagaimana bila mimpiku bertentangan dengan mimpi mereka? Haruskah aku egois berpegang pada impianku??? Lalu mereka kecewa. Mereka tidak bahagia. Well, apakah lebih baik di sini aku tidak bahagia dan melepas impianku???
Malam ini. Hari ini aku meluncur ke kota asri nan dingin dengan segenggam harapan yang hampir redup. Aku pulang dengan segenap kerinduan. Hey, sudah berapa minggu aku tak pulang???
Hari ini, empat belas juni, Tuhan mengirimkan untukku CINTA.
Bolehkah aku menyebutnya CINTA? Itu yang kurasa. He brings my life back. Dia membuatku bahagia. Dia mengembalikan semangat hidupku. Dia membuatku tertawa. Dia membuatku sadar bahwa harapan itu masih ada. Dia menguatkanku. Dia ada dan membuatku sadar bahwa cinta itu dinikmati bersama.
Dia membuatku kembali mengucap syukur setiap saat aku membuka mata di pagi hari. Tidak ada lagi keluhan : Tuhan, kok sudah pagi lagi. Cercaan apa lagi yang akan kuterima? Hinaan apa lagi yang kudengar hari ini? Beri aku kekuatan untuk bertahan karena aku tahu Engkau sedang mempersiapkan sesuatu untukku.
Uhm, dia membuatku kembali bersyukur dengan kalimat yang sama tiap aku bangun di pagi hari : Terima kasih Tuhan untuk hari baru. Aku siap menggenapi rencanaMu. Temani aku, cercaan dan hinaan tidak ada artinya selama Engkau bersamaku. Terima kasih atas cinta yang Kau beri.
Aku mencatat namanya : Malikha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar