Rabu, Januari 16, 2008

UNTUK MARA, DAVID, LIA, SIMEN, TEDDY, ALDO [children of heaven]


Sudah lama tidak menengok anak-anak kecilku. Terlalu sibuk dengan rutinitas nyari duit (sebagian untuk mereka juga siy) baru kemarin aku sempat nengok mereka lagi. Tak banyak perubahan dari gedung hijau yang asri ini, dengan suara keriuhan khas anak-anak, teriakan karena saling pukul, tangisan anak kecil karena jauh dari sentuhan kasih orangtua yang melahirkan mereka, suara deep earthy voice para bunda yang menenangkan, dan sesekali memarahi mereka yang nakal. I miss them lots. Tapi ternyata banyak yang berubah dari para penghuninya. Bunda yang dulu akrab dengan kami, sedang mengambil master di lain pulau demi kesejahteraan mereka juga. Suster Sita, yang menerima kami dengan sukacita. Dengan tatapan heran Suster Sita atas keakrabanku dengan rumah hijau yang rindang ini. Yah, kami sering kemari, dulu. Kira-kira dua tahun yang lalu (udah lama banget,sebenernya belum terlalu juga siy, tapi anak anak kecil itu begitu cepat bertumbuh, Simen, terutama)
Beberapa anak yang kukenal menghampiri dan memeluk dan mencium punggung tanganku dengan hormat. They're so sweet and touch my heart.
Cerita mengalir. David yang bertumbuh makin matured. Kedewasaannya yang melebihi anak lain. Simen yang destruktif. Mara yang sudah kembali ke perempuan yang melahirkannya. Lia yang semakin cantik. Teddy dan Aldo yang entah dimana kabarnya ... Anak-anak baru yang memikatku. Raja yang cakep banget, raja segala raja, termasuk raja ganteng, raja nakal, raja manja, raja nggigit, raja ngerayu, hahaha, I really love this kid from the first time I saw him. Yessa yang penuh percaya diri (cara dia menyambutku LUAR BIASA). Bintang yang saingannya Raja di bidang kenakalan dan kerusakan hahaha. Siapa lagi? Aaah, mereka begitu memesona ...
Aku ingat celetukan David, "Raja dan Bintang satu kelompok sama aku, kami sudah pinter nyuci, ngepel, dan bersih-bersih, tapi aku tetap yang juara di kelas".
Lalu, berita itu kudengar. Berita yang seperti pisau perlahan menyobek tepi hatiku. Mengiris-iris. Sampai lukanya tak pernah kering. Tuhan, mengapa KAU biarkan ini terjadi pada anak-anakMu? Anak anak kecilku, yang kucintai ... DAn korbannya adalah ... DAVID!!! Davidku, ... Davidku. Anak cerdas yang selalu juara di kelasnya. Yang cakep dengan rambut gundul maupun spikeynye. Davidku. Dan dia ... hanya ... diam?! David tidak mengerti yang sedang terjadi dengan dirinya. Dia hanya seorang anak kecil yang patuh. Yang menjadi korban kekerasan. Kekerasan domestik yang mungkin akan terus terekam dalam memori kenangan masa kecilnya. Semoga tidak berefek untuk masa depannya. Oh Tuhan, aku tak percaya ...
Semoga kejadian itu yang pertama dan terakhir kalinya. Semoga Tuhan tak lagi mengijinkan itu terjadi pada David David yang lain. God Bless. My kids. My Children. Children of Heaven ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar